Stop Bullying | Kejadian 21:8-9
Sobat obor, betapa banyaknya berita dan kejadian-kejadian yang terjadi di masa sekarang tentang bullying atau perundungan yang mengintimidasi dan kemudian memperolok-olok/menghina sesamanya. Tak pandang orang tua dan muda, miskin dan kaya tetapi juga antara agama yang satu dengan agama yang lain. Tentu saja ini sangat memiriskan hati. Sebab bagaimana mungkin kita yang tinggal di tempat/daerah yang sama dan negara yang sama masih saling menghina dan bukannya saling menopang, saling menolong satu dengan yang lainnya. Terlalu banyak orang yang terluka hatinya akibat budaya saling membully ini. Bahkan tak jarang ada begitu banyak orang yang kemudian akhirnya mengakhiri hidupnya karena tidak tahan dengan tekanan dari setiap penghinaan yang dia terima.
Sobat obor, bacaan hari ini mengingatkan kita tentang betapa berbahayanya mempermainkan orang lain hanya untuk memuaskan diri kita atau juga ingin menonjolkan kekuatan dan kedudukan diri kita. Ismael memberikan suatu pelajaran penting bagaimana ia menertawakan/ memperolok-olok Ishak. Bukankah Ismael adalah kakak Ishak yang seharusnya melindungi dan bukan merundungi? Bukanlah juga Ismael jauh lebih tua dari Ishak pada saat peristiwa itu terjadi (Ismael diperkirakan berusia 16-17 tahun dan Ishak baru berusia 3 tahun)? Kita melihat disini betapa teganya Ismael pada Ishak. Ataukah mungkin karena ia cemburu kepada Ishak karena pada saat itu juga ada perayaan/pesta yang diadakan untuk Ishak? Apapun itu seharusnya Ismael melindungi Ishak sebagai saudaranya dan bukan sebaliknya, apalagi dengan perbedaan usia yang cukup jauh.
Sobat Obor, berhati-hatilah dalam berkata dan bersikap terhadap orang lain. Belajarlah dari Firman Tuhan hari ini untuk tidak pernah membuat orang lain dipermainkan, dihina ataupun diolok-olok. Jagalah setiap lisan dan perbuatan kita bagi sesama. Kalau kita bisa saling menghargai dan memuji mengapa kita harus menghina dan membully. Hargailah setiap orang dimana saja dan kapan saja yang berjumpa dan hidup bersama dengan kita. Ingatlah bahwa setiap kekurangan orang lain akan mengingatkan bahwa kita pun pasti memiliki kekurangan. Berhentilah untuk mencari-cari kekurangan orang lain dan berhentilah untuk membully sesama yang juga adalah gambar dan rupa Allah. Amin (ARMI)

