SIKAP SEORANG PELAYAN TUHAN | 1 PETRUS 5:1-4

Sobat Obor, semua orang yang telah diselamatkan sudah seharusnya meresponi Tuhan dengan melayani. Tetapi untuk menjadi pelayan Tuhan tidak bisa sembarangan. Ada karakteristik khusus yang harus dikejar dan diusahakan oleh orang percaya agar menjadi pelayan Tuhan yang benar dan baik.

Dalam perenungan saat ini, Petrus memberikan nasihat kepada para penatua bagaimana bersikap menjalankan tanggung jawab pelayanan yang dipercayakan Tuhan bagi mereka kepada para penatua, mengingat bahwa dalam budaya Yahudi, para penatua adalah sosok yang dihormati dan dipercaya, serta menjadi panutan hidup karena dipandang memiliki kebijaksanaan. Sebagai orang yang dipandang sebagai pemimpin, Petrus meminta mereka untuk mengingat tanggung jawab mereka atas umat Allah. Mereka diingatkan bahwa jemaat yang mereka pimpin dan layani adalah domba-domba kepunyaan Tuhan yang harus dilayani menurut keinginan atau kehendak Tuhan. Sebagai pemimpin, mereka harus menggembalakan domba-domba kepunyaan Tuhan tidak dengan terpaksa, tetapi dengan sukarela; bukan untuk mencari keuntungan diri sendiri dari pelayanan tersebut, tetapi dengan penuh pengabdian diri. Petrus mengingatkan bahwa tugas mereka adalah untuk melayani bukanlah menjadi penguasa tetapi mampu mengarahkan dan membimbing dengan cara menjadi teladan bagi kawanan domba yang dilayani, yang bersedia merendahkan hatinya dalam kebijaksanaan untuk hadir bagi orang lain. Supaya melalui mereka, kehidupan yang baik dapat semakin berkembang.

Sobat obor, setiap kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Tuhan telah mengaruniakan talenta yang berbeda-beda dan membekali anak-anaknya dengan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu marilah kita memberi diri kita untuk melayani Tuhan dengan memiliki sikap seperti seorang pelayan Tuhan yang tidak menyombongkan diri, melainkan selalu merendahkan hati kita. Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Amin. (SM)