IKUTILAH JALAN TUHAN | YOHANES 12: 33-34

Sobat Obor, Saat kita sedang berjalan di tengah kabut tebal. langkah demi langkah, terasa berat. Kita berusaha menemukan arah, namun pandangan kita terbatas. Tiba-tiba, di kejauhan, sebuah lampu sorot menyinari jalan di depan kita. Dan ternnyata itu adalah terang yang menuntun kita keluar dari kegelapan. Tentu tanpa terang itu, kita tidak bisa melihat jalan atau tujuan kita.

Dalam perikop, Yesus menyatakan bagaimana Ia akan mati. Tetapi orang banyak menjawab kepada-Nya: ‘Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap ada untuk selama-lamanya, bagaimana dapat Engkau berkata: Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?’” Saat Ia berbicara tentang kematian-Nya dan penebusan, orang banyak belum melihat terang yang sejati, terang yang menuntun mereka keluar dari kegelapan dosa dan memberikan hidup yang kekal. Mereka terpaku pada gambaran Mesias yang dominan dan kuat, bukan pada gambaran Mesias yang akan menderita dan mati. Namun, melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus menjadi terang yang menuntun kita dari kegelapan menuju kehidupan yang sejati.

Sobat obor, percayalah bahwa Yesus adalah terang yang menuntun kita melewati kegelapan. Dia tidak hanya datang untuk memimpin kita dalam kehidupan yang sementara, tetapi untuk memberikan kita hidup yang kekal. Dalam setiap langkah kita, mari kita percayakan diri kepada-Nya, karena hanya di dalam terang-Nya kita akan menemukan jalan yang benar. Sebagai pemuda, kita sering kali berada di persimpangan antara impian dan kenyataan, antara harapan dan rintangan. Namun perikop ini mengingatkan kita tentang pentingnya memahami bahwa hidup bukan hanya tentang meraih apa yang kita inginkan, tetapi tentang mengikuti jalan yang ditunjukkan Tuhan, meskipun terkadang jalan itu penuh tantangan dan pengorbanan. Amin. (MT)