Fokus Pada Solusi,Bukan Pada Masalahnya | Markus 6:37-38
Memberi adalah sebuah tindakan menyerahkan dan membagikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain. Memberi dari kelimpahan itu biasa. Memberi dari kekurangan itu luar biasa. Sulit bagi kita untuk memberikan sesuatu kepada sesama ketika kita dalam kekurangan. Kadang kita berpikir bagaimana mungkin saya dapat memberi sedangkan saya tidak punya uang lebih. Uang saya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saya. Begitulah cara kita untuk membela diri. Oleh sebab itulah kita tidak dapat memberi kepada orang lain.
Sobat obor, diceritakan dalam Injil ini, awalnya, murid Yesus mulia cemas dengan kondisi tersebut dan menyuruh agar mereka pulang, sebab tempat itu sunyi dan tidak ada makanan sama sekali untuk dimakan. Namun secara kontras, Yesus justru menyuruh murid-murid-Nya untuk memberi mereka makan: “Kamu harus memberi mereka makan”. Jawaban Yesus ini tentu menghentak para murid, mereka tidak menyangka Yesus meminta mereka untuk memberikan orang banyak itu makan. . Yesus tentu paham bahwa soal lapar tidak bisa ditunda, maka memberi makan disaat itu adalah tindakan yang tepat. Memberi makan tidak harus menunggu menjadi kaya dan berlebihan makanan dulu. Memberi makan adalah bentuk kepedulian kepada sesama. Sekaligus bentuk kasih sayang dan pertolongan kepada orang yang membutuhkan. Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi semua ornag demi kelanjutan hidupnya. Dengan perut yang kenyang, seseorang mampu melakukan aktivitas dan berpikir dengan baik. Sebaliknya, perut kosong yang dialami oleh beberapa oknum tertentu justru mendorong tindak kriminalitas demi mengenyangkan perutnya.
Hati yang memberi juga harus ada dalam hidup tiap orang beriman. Mari kita merenungkan apa yang ada pada kita saat ini. Mungkin kita memiliki waktu, perhatian, talenta, kecakapan dalam suatu segi, harta, profesi, referensi, ataupun hal-hal lain yang dapat diberikan sebagai kontribusi kita dalam pekerjaan Tuhan. Mari lakukan pemberian itu dengan hati yang rela, dimulai dari kita sendiri, sehingga hal itu juga menjadi berkat & teladan bagi orang lain. Amin (bfp)

