TUHAN ITU AJAIB DALAM KEPUTUSAN DAN AGUNG DALAM KEBIJAKSANAAN | Yesaya 28:23-29 | Pdt. Stefanus Mawitjere, M. Th
Sobat Obor, dalam suatu artikel menyebutkan bahwa di dunia terdapat orang-orang dengan IQ tertinggi, 5 orang dengan urutan teratas yaitu : William James Sidis, Ainan Cawley, Terence Tao, Marilyn Vos Savant, dan Christopher Hirata. Tapi sehebat dan setinggi bagaimanapun IQ mereka tetap saja tidak bisa menyamai hikmat Tuhan Allah yang mahatahu.
Lewat renungan ini kita dapat belajar soal betapa hebat dan luar biasa kebijaksanaan Tuhan dalam mengasihi sekaligus mendidik umatNya. Di perikop-perikop sebelum kita melihat secara jelas dosa-dosa yang menjijikkan dilakukan oleh para pemimpin maupun para umat. Oleh karena itu, dalam perikop ini maka nabi Yesaya dipakai untuk menyampaikan apa yang akan dilakukan oleh Tuhan dan dijelaskan lewat metafora yang unik dan sangat bermakna yaitu METAFORA PERTANIAN tapi juga hendak menggambarkan bahwa Allah adalah Petani yang Agung, Mahakuasa, Mahakasih dan Mahatahu, itulah yang tergambar secara jelas dalam firman ini. Perikop ini dimulai dengan pernyataan penting yaitu pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku … memberi makna bahwa apa yang akan disampaikan adalah suatu pengajaran yang sangat penting. Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan retorik yang dibahasakan lewat kalimat-kalimat di bidang pertanian. Seorang petani akan melaksanakan semua rutinitasnya dalam bercocok tanam dengan penuh perhatian, agar setiap tanaman dapat memberikan hasil terbaik pada waktunya. Kegiatan ini dimulai dengan penaburan benih yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu dan tidak dilakukan secara sembarangan. Persiapan lahan subur merupakan langkah awal yang sangat penting (28:24). Setelah lahan disiapkan dengan baik, tibalah saat untuk menanam benih (28:25). Beragam jenis benih yang ditanam menunjukkan bahwa janji keselamatan bukan hanya ditujukan untuk Yehuda dan Israel, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain. Dalam perawatan tanaman yang sudah tumbuh, para petani mengikuti tradisi dan kebiasaan yang telah ditetapkan (28:26). Ada waktu-waktu tertentu untuk berhenti dari kegiatan tersebut. Selain itu, alat-alat yang digunakan dalam proses ini pun beragam dan harus diterapkan dengan tepat, agar menghasilkan yang terbaik tanpa merusak tanaman (28:27). Proses seperti mengirik, memukul, dan menggiling tidak dilakukan secara terus-menerus, agar hasil pertanian tidak rusak (28:28). Intinya, lewat perikop ini, nabi Yesaya dipakai oleh Allah untuk menjelaskan bahwa Tuhan pencipta semesta alam dan berkuasa atas seluruh bangsa, tapi juga Dia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan. Yakinlah bahwa Tuhan punya perencanaan waktu yang hebat, punya cara yang hebat, dapat memakai media apapun menjadi bagian karya-Nya, dan tidak akan memberikan pencobaan- pencobaan melebihi batas kemampuan manusia sehingga kita semua berakar, bertumbuh, dan berbuah untuk kemuliaan nama Tuhan.
Sobat obor, renungan ini memberikan pesan firman bagi kita generasi muda. Pertama: Soal proses dan waktu Tuhan. Cara Tuhan membentuk kita supaya menjadi pribadi yang lebih baik dilakukan secara berbeda karena Tuhan tahu siapa kita, keinginan, kelebihan, kekurangan. Yakinlah pada setiap proses² yang Tuhan berlakukan dalam hidup kita. Yang paling penting yaitu kita mempercayakan diri kita menjadi benih-benih yang ditanam oleh Tuhan dan berbuah hanya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.
Kedua: Kebijaksanaan Tuhan. Dia sangat mengenal kita umat ciptaanNya. Terkadang Tuhan bertindak seperti petani mengirik dan memukul gandum artinya Dia mau membentuk dan memukul kita tapi sesudah itu membuat kita menjadi pribadi yang berkualitas. Ingatlah bahwa pencobaan-pencobaan yang Tuhan izinkan terjadi tidak akan melebihi batas kemampuan kita.
Ketiga : Filosofi 3B yaitu berakar, bertumbuh da berbuah. Marilah menjadi generasi muda yang selalu hidup di dalam Tuhan supaya kita boleh BERAKAR, BERTUMBUH, DAN BERBUAH UNTUK HORMAT DAN
KEMULIAAN NAMA TUHAN. Di akhir renungan ini ada kalimat bijak yang berkata: Manusia ketika berencana memiliki persentase gagal 100%, tapi Tuhan ketika berencana memiliki persentasi berhasil 100%. Amin. (SM)

