BIMBINGAN TUHAN YANG UTAMA | YOHANES 21: 1 – 2
Sobat Obor, Yohanes 21:1-2 mencatat peristiwa penting setelah kebangkitan Yesus, di mana Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias. Dalam perikop ini, beberapa murid berkumpul: Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana di Galilea, anak-anak Zebedeus, dan dua murid lainnya. Kehadiran mereka bersama mencerminkan kebersamaan dan solidaritas di tengah situasi yang penuh ketidakpastian setelah peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus. Mereka adalah nelayan, sebelum Yesus memangil mereka. Karena itu, setelah sang guru tidak lagi bersama-sama mereka, para murid kembali ke kebiasaan mereka, ke perkerjaan mereka sebelumnya.
Simon Petrus, yang sering tampil sebagai pemimpin di antara para murid, memutuskan untuk pergi menangkap ikan, dan yang lain pun mengikutinya. Keputusan ini menunjukkan kecenderungan manusia untuk kembali ke aktivitas lama saat menghadapi ketidakpastian atau kebingungan. Meskipun mereka adalah nelayan berpengalaman, malam itu mereka tidak menangkap apa-apa, yang menggambarkan keterbatasan manusia tanpa bimbingan Tuhan.
Sobat obor, ditengah perasaan yang bercampuk aduk, para murid harus melanjutkan kehidupan. Mereka harus berupaya bertahan hidup, sekalipun kehilangan sang panutan, yaitu Guru mereka. Namun, peristiwa di Danau Tiberias mengiatkan mereka, bahwa mereka tidak berdaya tanpa Tuhan. Sungguh, rasa kelhilangan yang dalam, menguasai hati mereka. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa mengandalkan Tuhan adalah hal utama. Ketika menghadapi tantangan atau ketidakpastian, kita cenderung kembali ke zona nyaman atau mengandalkan kemampuan sendiri. Tapi, dengan mendengarkan dan menaati perintah Tuhan, kita diingatkan untuk dapat mengalami berkat dan keberhasilan yang melimpah. Perikop ini menegaskan bahwa Yesus selalu hadir dan siap menuntun kita, bahkan ketika kita tidak segera mengenali-Nya. Ia memanggil kita untuk taat dan percaya, serta menjalin hubungan yang erat dengan-Nya. Melalui ketaatan dan iman, kita dapat mengalami pemulihan, berkat, dan persekutuan yang indah. Amin (MT)

