CLIVE STAPLE LEWIS

Clive Staple Lewis dilahirkan di Belfast, Irlandia Utara, 29 November 1898. Ia menempuh pendidikan sekolah berasrama di Inggris dan meneruskan pendidikan di Universitas Oxford. Ia sangat cerdas, sehingga mendapatkan berbagai penghargaan. Ketika berusia 10 tahun, sang ibu meninggal. Peristiwa sedih ini membuatnya terpukul sehingga ia menjadi ragu akan keberadaan Allah. Ia mengalami pengalaman pribadi yang tragis selama perang, juga belajar dari sang guru yang atheis. Situasi ini membuat Lewis yakin bahwa tidak ada sesuatu yang dikejar selain berkaitan dengan intelek dan kenikmatan-kenikmatan jasmaniah.

C.S. Lewis merupakan seorang penulis yang terkenal. Selain menulis, ia juga mengajar di Universitas Oxford. Ia menulis karya perdana yang berjudul Spirit in Bandage. Tulisan ini dibukukan pada tahun 1919 dengan memakai nama samaran Clive Hamilton. Dalam kegemarannya menulis buku dan puisi, suatu ketika ia mengalami kebingungan spiritual. Sebabnya, sahabat dekatnya yang begitu gigih menentang kekristenan, justru menjadi Kristen. Para penulis favoritnya seperti john Milton, Spencer, Chesterton diketahuinya sebagai orang Kristen sejati. Akhirnya, pada tahun 1929 setelah melewati berbagai pertimbangan, ia membuat keputusan yang sangat menggemparkan yaitu percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Ini merupakan titik balik kehidupannya. Setelah yakin bahwa Allah ada, tahun 1931 ia menyerahkan hidupnya secara total kepada Yesus Kristus.

C.S. Lewis melanjutkan kuliah doktoral di Oxford. Selesai studi doktornya, ia makin teratur menerbikan karya-karya yang bersifat ilmiah baik tentang sejarah maupun kritik sastra. Karya-karya Lewis kemudian mendapat arah yang jelas. Sebagaian karyanya dirancang untuk mengarahkan orang-orang yang belum percaya Kristus. Ia secara terang-terangan mempublikasikan buku-buku Apologetika Kristen, Pemuridan dan Penginjilan. Karena itu banyak orang yang mengatakan bahwa Lewis adalah seorang Penginjil melalui buku.

Karya-karya Lewis tidak hanya laris di pasaran, tetapi sangat mempengaruhi pola pikir dan prilaku manusia. Bahkan para ilmuan sering menjadikan karya-karyanya sebagai rujukan. Karya karyanya mencakup bidang sejarah, sastra dan teologi. karya-karyanya yang sangat terkenal antara lain : The Chroncicles of Narnia, Mere Chirstianity, A Grief Observed. Lewis juga terlibat mendirikan Socratic Club yang terkenal di Oxford. Sebuah club debat yang mengarahkan orang kepada Kristus. Ia juga melakukan perjalanan untuk pidatopidato keliling, berkhotbah melalui radio dengan landasan iman dan doktrin Kristen.

C.S. Lewis menikah tapi tidak dikaruniai anak. Oleh karena itu ia mengadopsi dua orang putera. Ia meninggal dunia pada tanggal 22 November 1963 dalam usia 65 tahun. Setelah meninggal, bukubukunya terjual dalam jumlah yang memecahkan rekor. Rahasia keberhasilannya cuma satu: tema-temanya selalu berpusatkan pada Kristus. (RNA)