Renungan Obor
Pemuda GMIM
Bertambah Besar | Lukas 2: 52
Sobat obor, Yesus bertumbuh dalam hikmat yang benar. Hikmat yang dimaksud bukan sekadar pengetahuan intelektual, tetapi pengertian yang mendalam akan
Taat | Lukas 2: 50-51
Lukas 2:50-51 melanjutkan kisah Yesus yang ditemukan di Bait Allah oleh orang tua-Nya setelah mereka mencarinya selama tiga hari. Ketika
Di Rumah Bapa | Lukas 2: 48-49
Peristiwa dalam Lukas 2:49 memperlihatkan momen penting ketika Yesus berusia 12 tahun. Peritiwa ini menyatakan dengan tegas bahwa Dia memiliki
Arti Kehadiran Yesus | Lukas 2: 46-47
Yesus lahir sebagai seorang yang miskin, hidup dalam kesederhanaan, dan mati bukan sebagai orang kaya. Ia pernah berkata: ‘serigala mempunyai
Buah Kasih Sayang | Lukas 2: 43-44
Dorothy Nolte seorang pendidik Australia berkata: anak yang hidup dengan kecaman, akan belajar mencela. Anak yang hidup dalam suasana permusuhan
Dasar Didikan Yang Kuat | Lukas 2: 41-42
Di zaman perjanjian lama, bangsa Yahudi beranggapan bahwa manusia baru bisa didik pada usia empat tahun. Kerena dianggap seorang anak
Aku Harus Berada Dalam Rumah Bapaku | Lukas 2: 41-52 | Pdt. Meifira Tanor, M.Th
Menurut hukum Taurat, setiap laki-laki dewasa yang berada di radius lima belas mil dari Yerusalem mesti mengahadiri upacara paskah. Seorang
Mendoakan | Mazmur 25 : 19 – 22
Sobat Obor, siapa yang dapat mendoakan orang lain yang susah di saat diri sendiri juga kesulitan? Paling banyak di antara
Kesukaran Dalam Tuhan | Mazmur 25 : 15 – 18
Sobat Obor, kalau kita memperhatikan dengan seksama, banyak orang Kristen yang memahami Tuhan sebagai pembebas masalah kita, atau dengan kata
BAHAGIA ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN | Mazmur 25 : 12 – 14
Sobat Obor, apakah kita benar-benar hidup takut akan Tuhan? Lihatlah janji-Nya bagi kita. Kepada orang yang takut akan Tuhan, dia
JANJI TUHAN | Mazmur 25 : 8 – 11
sobat Obor, pernahkah kita menantikan sebuah janji yang kita sangat harapkan? Apakah yang kita lakukan saat menunggu janji itu? Ayat-ayat
KASIH SETIA DAN PENGAMPUNAN | Mazmur 25 : 4 – 7
sobat Obor, ketika kita masih anak-anak, ingatkah betapa tergantungnya kita kepada papa dan mama kita. Betapa senangnya kalau kita berjalan

